Dalam membuat sebuah sistem, penyimpanan dan pengaturan data adalah salah satu hal yang harus diperhatikan. Database yang sering digunakan oleh pemula dan sebagian besar orang adalah MySQL. Membuat database berbasis SQL memang terlihat mudah, namun apa jadinya bila membangun sistem berskala besar? Bagi yang tidak terbiasa, pasti kita akan kesulitan membuat tabel beserta relasinya.

Ada opsi berbagai sistem managemen database yang bisa kita gunakan, salah satunya adalah MongoDB. Mari berkenalan lebih lanjut dengan MongoDB, salah satu jenis database NoSQL yang terkenal di kalangan developer. Sistem database yang sudah ada sejak tahun 2009 ini mulai sering digunakan karena tidak perlu susah payah membuat relasi tabel.

Baca Juga: SQL vs NoSQL, Mana Pilihanmu?

Konsep struktur MongoDB sebenarnya hampir sama dengan SQL biasa, hanya saja menggunakan istilah yang berbeda.

Ada tiga komponen penting pada struktur MongoDB, yaitu :

  • Database, merupakan wadah dari penyimpanan.
  • Collection, yaitu tempat untuk menyimpan data berupa dokumen.
  • Document, merupakan satuan terkecil dalam MongoDB, mengisi informasi di dalam collection.
Perbandingan istilah antara SQL dan MongoDB (sumber: https://s.id/5c)

Sekarang coba kita lihat kelebihan apa saja yang dimiliki MongoDB ini.

1. Performa Ringan dan Cepat

Penyimpanan data menggunakan dokumen tipe JSON (JavaScript Object Notation) membuat performa MongoDB menjadi lebih ringan dan cepat. Ditambah lagi adanya dukungan sistem memcached yang mampu menyimpan data dalam skala besar. Karena itulah banyak perusahaan besar yang memilih menggunakan MongoDB sebagai sistem databasenya.

2. Lebih Sederhana dan Mudah Pengelolaannya

Pengelolaan database di MongoDB jauh lebih sederhana dan mudah karena tidak adanya struktur tabel relasi seperti di SQL. Karena format dokumennya tadi berupa JSON / text, MongoDB mudah terintegrasi dengan Javascript dan lainnya. Data yang ditampung juga bersifat dinamis tanpa perlu kesulitan merubah strukturnya. Kita dapat lebih mudah menyimpan data terstruktur berupa dokumen teks biasa, maupun tak terstruktur seperti gambar atau video.

3. Skalabilitias yang Tinggi

Dalam sistem skala besar, akan ada kebutuhan penyimpanan database yang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Dengan MongoDB, kita tak perlu khawatir mempermasalahkan soal maintenance. Dengan cukup menambah server cloud pada sistem dan membagi kinerjanya dengan server cloud lainnya.

Sayangnya, kemampuan penyimpanan dinamis pada MongoDB ini membutuhkan memory storage yang besar. Selain itu, ada batas ukuran penyimpanan pada setiap dokumen.

4. Dapat Memperbarui Skema Tanpa downtime

Bila ingin mengubah skema baru, biasanya sistem akan dimatikan, artinya sistem harus dalam kondisi tidak dapat diakses. Dengan MongoDB, kita tidak perlu melakukan hal tersebut.

5. Sistem indexing

Penyimpanan data dalam MongoDB dapat menggunakan sistem indexing. Kita dapat mengatur indexing sesuai keinginan. Dengan begitu, pencarian data akan lebih cepat dan efisien.

6. Gratis

Kita bisa gunakan MongoDB tanpa mengeluarkan biaya lisensi, baik untuk sistem Windows, Linux, bahkan macOS. Itulah mengapa database ini sangat cepat perkembangannya dan dipakai oleh banyak perusahaan dan developer.

Untuk belajar lebih lanjut tentang MongoDB khususnya dalam hal teknis, teman-teman bisa cek di dokumentasi resminya disini.

Itulah pembahasan tentang MongoDB. Nah, apakah kalian mulai terpikirkan untuk membuat sistem dengan MongoDB?

Referensi : https://s.id/5a, https://s.id/5b

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here